Showing posts with label design. Show all posts
Showing posts with label design. Show all posts

Saturday, April 17, 2010

Mencetak Lewat CSS dalam Web Design

Hal yang sering terlupakan oleh web developer atau web designer adalah bahwa cukup banyak pengunjung situs yang ingin mencetak atau mem-print halaman web yang mereka kunjungi. Halaman tertentu memang akan lebih sering dicetak daripada halaman yang lain. Web designer lebih sering mengandalkan default printer setting untuk hal ini atau membuat dokumen pdf untuk didownload dan kemudian dicetak.

Dokumen pdf ini memiliki keunggulan berupa format dan keindahan web design secara keseluruhan dapat terjaga dengan sempurna, namun kelemahan utama dari sistem ini adalah diperlukan energi dan sumber daya yang cukup besar untuk memutakhirkan atau mengupdate dokumen pdf tersebut terutama untuk halaman website yang sering sekali berubah. Bahkan untuk kasus-kasus tertentu sangatlah mustahil membuat dokumen pdf tersebut.

Permasalahan ini sebenarnya dapat disederhanakan dengan teknik cetak melalui CSS, hal yang harus dibahas dan direncanakan pada saat memulai pekerjaan web design.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mencetak lewat CSS
Dalam mendesign halaman web kita sangat bergantung pada monitor untuk menampilkan warna (meskipun akan ada variasi warna dari monitor ke monitor karena mungkin tidak melalukan color management).

Pelajari Lebih Jauh Cara Mencetak Web Design lewat CSS

Wednesday, March 17, 2010

Pentas Tari Kontemporer di Tembi Rumah Budaya

Sekitar lima menit telinga para penonton digempur oleh suara mirip pukulan palu di atas lembaran logam. Sebagian penonton mulai mengeluh sakit telinganya. Sementara seorang perempuan bule asyik meliuk-liuk, meloncat dan memutar tubuh diantara empat buah saka guru pendopo Tembi Rumah Budaya, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (27/3) malam. Selain mengeluh sakit telinga, sebagian penonton mengaku tak mengerti arti gerakan-gerakan yang dibawakan perempuan itu. “Memang tidak ada artinya. dia hanya memperagakan gerakan-gerakan dasar tari kontemporer barat,” jelas Bambang Paningron, penyelenggara acara, kepada Tempo.

Perempuan bule itu adalah Katerina Valdivia Bruch, seorang penari kontemporer asal Jerman. Ia sedang membawakan tari hasil kreasinya sendiri berjudul Frame. Tarian ini merupakan sebuah eksplorasi bagaimana tubuh beradaptasi untuk bergerak di ruangan terbatas. Itu sebabnya, Bruch sering terlihat membuat gerakan-gerakan kecil dengan kedua tangannya dalam posisi tubuh berjongkok. Hanya sesekali ia melompat atau memutar tubuh.

Sebelumnya, tiga penari Tembi Dance Company yang beranggotakan Mila Rosinta, Sekar Kinanti Rahina dan Made Dyah Agustina tampil ke atas pentas membawakan tarian berjudul Nafas. Seluruh gerak dan komposisi tarian Nafas ditangani oleh Katerina Valdivia Bruch. Gerak pada tarian ini terinspirasi oleh nafas dan gerak tubuh alamiah.

Tarian Nafas diawali dengan tiga penari duduk bersimpuh dengan sebuah lampu senter dijepit diantara lututnya. Dalam kondisi panggung gelap, penari membuat gerakan-gerakan dengan kedua telapak tangan diatas sorot lampu senter. Saat lampu panggung menyala penuh, ketiga penari membuat kompisi gerak khas tarian balet : berguling di lantai, meloncat dan memutar tubuh dengan satu tumpuan kaki.

Ketiga penari Tembi Dance Company ini juga memperagakan gerakan-gerakan dasar tari kontemporer barat yang mereka peroleh dari Bruch. Slama tiga bulan Bruch tinggal di Bantul dan memberikan worskshop tentang dasar-dasar tari kontemporer barat kepada Tembi Dance Company. “Materi yang diberikan adalah dasar-dasar tari kontemporer barat ala Martha Graham,” jelas Bambang Paningron.

Menurut Paningron, kedatangan Bruch ke Bantul memang untuk memberi dasar-dasar tari kontemporer barat kepada Tembi Dance Company. Para anggota Tembi Dance Company yang juga mahasiswa jurusan senitari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini pada dasarnya sudah menguasai tari-tarian tradisi.

“Workshop ini sebenarnya bagian dari persiapan Tembi Dance Company untuk menjadi penari profesional. Saat ini mereka sedang dalam taraf pengayaan gerak. Diharapkan nantinya akan lahir komposisi tari yang menggabungkan antara gerakan tari kontemporer barat dengan gerakan tari tradisi,” jelas Bambang Paningron.

Thursday, December 24, 2009

Mengungkap Misteri Yang Tersembunyi Pada Photoshop

Easter egg adalah pesan kecil, kejuatan yang biasanya lucu dan tersembunyi dalam sebuah aplikasi, paling tidak hal tersebut tidak terdapat dalam dokumentasi resmi. Easter egg ini dapat berupa tulisan, gambar maupun suara yang tersembunyi. Photoshop sebagai sebuah aplikasi bantu design graphic juga tidak terkecuali dalam hal ini. Menemukan easter egg ini kadang kala menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Pada saat ini tidaknya aplikasi saja yang memiliki easter eggs namun DVD dan websitepun banyak berisikan pesan-pesan easter eggs dari para programmernya.

Photoshop CS4 juga memiliki easter eggs, apabila tidak salah ada dua buah easter egg dalam photoshop versi ini

Pertama: Merlin Lives
Untuk melihat Merlin sang penyihir ini, langkah pertama buka photoshop setelah itu pilih Path Palette (Windows >> Path) kemudian klik dari Path Palette Option sambil menekan tombol Option pada keyboard dan pilih Palette Options. Ketika hal tersebut selesai dilakukan akan muncul sebuah palette kecil (dan bukan palette option yang seperti biasa) yang berisikan gambar sang penyihir Merlin beserta sebuah tombol dengan kata begone yang apabila diklik akan menghilangkan dialog box tersebut.

Temukan Jawaban Misterinya:

Mengungkap Misteri Yang Tersembunyi Pada Photoshop

Wednesday, November 11, 2009

Tutorial: Cara Memperbesar Foto Atau Gambar Dengan Photoshop

Sering kali kita mendapatkan sebuah gambar atau foto dengan kualitas rendah untuk diolah dalam design kita. Meskipun semua aplikasi untuk mengolah gambar menyediakan alat untuk memperbesar gambar namun tidak semua cara dapat menghasilkan kualitas gambar yang terjaga baik.

Trik dibawah ini dapat digunakan untuk memperbesar sebuah foto atau gambar dan tetap terjaga kualitasnya. Salah satu cara umum yang dilakukan untuk memperbesar sebuah foto atau adalah dengan menggunakan scalling tools pada photoshop (edit>transform>scale) tetapi dalam banyak kasus cara ini malah akan mengurangi kualitas dan ketajaman dari foto atau gambar tersebut apabila kita memperbesarnya terlalu banyak.

Untuk mengatasi masalah ini dapat dilakukan dengan memakai Image Size Tool (image>image size). Dalam dialog box yang muncul pakailah persentase dalam pixel dimension dan bukan pixel sebagaimana nilai defaultnya dan untuk resample image gunakanlah bicubic sharpen. Tambahlah pixel dimension dengan nilai maksimum 10 persen setiap kali pembesaran dan ulangilah langkah tersebut sebanyak yang dibutuhkan sampai besar yang diinginkan.

Metoda pembesaran ini lebih baik daripada menggunakan Scalling Tool namun tetap saja tidak ada yang dapat menggantikan foto atau gambar dengan kualitas dan resolusi yang tinggi.

Lihat lengkapnya tutorial:

Tutorial: Cara Memperbesar Foto Atau Gambar Dengan Photoshop

Saturday, October 3, 2009

Pemakaian Div dan Tabel Dalam Web Design

Dalam mendesign sebuah web site, seringkali terjadi argumentasi tentang mana yang lebih baik memakai mark up div atau table. Apabila kita mendesign website dari awal dengan menggunakan software maka hampir pasti layout yang dibuat akan menggunakan table yang tentu saja sudah ketinggalan zaman dan sangat tidak serach engine friendly, bahkan Adobe Dreamwever CS3 masih menggunakan layout berdasarkan table.

Dalam praktek web design saat ini, banyak kecendrungan terjadi untuk mengganti semua table tag dengan div tags. Dalam banyak hal, memakai table tag akan menghasilkan lebih sedikit tags daripada menggunakan div. Dalam mendesign layout sebuah website, pemakaian div akan sangat lebih baik daripada table. Tidak ada satu search engine pun yang menghukum sebuah halaman karena terlalu banyak menggunakan div tags, ini bertolak belakang dengan pemakaian HTML tabel tags untuk layout.

Banyak sekali kekurangan dari pemakaian table tag untuk layout seperti kesulitan untuk mencetak halaman web, tidak bersahabat untuk dilihat dengan mobile device hingga sulitnya bernavigasi dalam halaman web yang menggunakan table bagi pengguna screen reader. Para pengguna screen reader seringkali harus berhadapan dengan mesin yang menyebutkan “tabel dengan 5 kolom dan lima baris etc etc” yang tentu saja sangat mengganggu dan tidak mudah dimengerti. Tetapi apabila menggunakan div tags, hal tersebut dapat dihindari karena secara default screen reader tidak membaca div tags hingga isi dari table tersebut dapat didesign sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti oleh para pemakai screen reader.

Dengan memakai HTML table tags, search engine akan selalu mendapatkan struktur yang benar karena tiap kolom akan berelasi secara benar dengan kolom yang lain dan hal ini tidak terjadi dengan memakai div tags. Hal in menyebabkan table tags sangat tidak efesien untuk menjabarkan design layout sebuah website.

Lebih Jauh tentang pemakain div dan table dalam web design

Saturday, September 5, 2009

26 Windows Font Untuk Typography Bagi Web Designer

Satu hal yang sering membuat web designer merasa frustasi adalah memilih jenis font (typography). Pada design graphic, kita dapat memilih semua font yang tersedia didunia ini, baik yang gratisan maupun yang berbayar, selama dapat memenuhi sisi estetika dari design kita karena font yang dipakai bersifat lokal dan bisa diubah menjadi vektor ataupun diraster menjadi bentuk gambar sebelum dipindahkan ke komputer lain.

Tetapi dalam web design, font lebih bersifat umum karena font diambil dari sistem operasi masing-masing para pengunjung situs. Penting sekali bagi seorang web designer untuk memastikan bahwa font yang kita pakai selalu tersedia pada mayoritas komputer pengunjung. Dalam CSS ini dilakukan dengan memberikan 3 pilihan font sebagai alternatif apabila font utama tidak tersedia. Hal ini tentu saja tidak berlaku untuk font yang bersifat statis seperti pada header, menu atau navigasi.

Sebuah survey dari Code Style dengan menggunakan applet khusus yang dilaksanakan sejak tahun 2004 menemukan bahwa untuk sistem operasi Windows font Microsoft Sans Serif dilaporkan terdapat pada hampir OS Windows, ditempat kedua adalah font san serif kelas berat Arial Black dengan nilai 98 persen, kemudian berturut-turut Palatino Linotype, Mathew Carter’s Verdana sans serif font, dan Franklin Gothic Medium melengkapi 5 besar font pada Windows platform dengan nilai 97 persen.

Dibawah ini adalah daftar font per 2007 pada Sistem Operasi Windows dengan nilai diatas 50 persen. Untuk nilai dibawah 50 persen tidak dimasukan karena nilai 50 persen berarti dimiliki oleh 1 dari 2 komputer dan font dengan nilai ini tidak cukup baik untuk dipakai dalam web design.

Lihat Lebih Lengkap Semua Typography Web Design:

26 Windows Font Untuk Typography Bagi Web Designer

Monday, August 31, 2009

Koleksi Logo Google Olimpiade Beijing 2008

Setiap orang dan organisasi memiliki cara tersendiri dalam menyambut hari-hari penting. Google selalu inovatif dan kreatif tidak saja pada alogaritma mesin pencari namun juga sampai pada design logonya. Logo Google selalu berubah (sering disebut Google Doodle) dalam merayakan hari-hari besar atau penting seperti hari penemuan, hari lahir orang-orang besar, hari libur dan tentu saja pada pesta olahraga dunia kali ini, Olimpiade Bejing 2008.

Inovasi dan kreatifitas yang akhirnya menjadi tradisi untuk merubah logo Google ini datang langsung dari para pendiri Google (Larry Page dan Sergei Brin) pada tahun 1999 saat mereka menghadiri Festival Burning Man. Dimana mereka memasang tongkat kayu berbentuk orang pada logo Google sebagai pemberitahuan secara tidak langsung bahwa bila ada yang menemukan suatu kesalahan pada hasil pencarian dan mencoba menelpon tetapi tidak ada yang menjawab maka mereka berdua berada di Festival Burning Man.

Logo Google Doodle Pertama Burning Man Festival 1999

Untuk Olimpiade kali ini Google memakai dua belas binatang dalam shio china, meskipun tidak dalam urutan yang seharusnya yaitu Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi. Sejak pertama kali melihat perubahan logo Google dalam menyambut Olimpiade Bejing 2008, saya langsung tertarik untuk mengoleksinya seperti saya juga mengoleksi gantungan-gantungan kunci Olimpiade Bejing kali ini.

Dibalik setiap keindahan Logo, selalu ada seseorang yang berperan dalam menciptakan keindahan tersebut, ini adalah sedikit tentang siapa yang men-design logo Google tersebut. Logo Google kali ini di design oleh Dennis Hwang, (lulusan Stanford –satu almamater dengan para pendiri Google- dibidang Seni dan Ilmu Komputer) seorang design graphic muda yang sangat berbakat yang job description resminya adalah Google International Webmaster. Dia sudah membuat doodle ini sebanyak kurang lebih 150 buah.

Berikut dibawah ini adalah hasil mengunduh (download) yang berjumlah total 17 buah logo Google dalam pesta olahraga dunia Olimpiade Bejing 2008. Bila ingin ikut mengoleksinya bersama saya, silakan mendownloadnya.

Silakan Lihat Lebih Jelas :

Koleksi Design Logo Google Olimpiade Bejing 2008

Saturday, July 11, 2009

Anak Yang Senang Menggambar Terbukti Lebih Jujur dan Mandiri

Kegiatan lomba menggambar atau melukis ditingkat taman Kanak-anak (TK) atau Sekolah Dasar (SD) merupakan upaya membangun jiwa kejujuran terhadap anak-anak.

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Hj Ana Angraeni, mengatakan itu saat menggelar acara menggambar tingkat TK dan SD usia 3 hingga 6 tahun di Asia Plaza, Kota Tasikmalaya, Sabtu.

“Banyak manfaatnya jika anak ikut lomba mewarnai, menggambar atau melukis, karena kegiatan tersebut bisa membentuk jiwa kejujuran pada anak,” kata Ana.

Dijelaskannya ketika peserta atau anak-anak sedang sibuk mengkuti lomba tersebut, biasanya anak yang ikut lomba tidak mau dibantu oleh orang tuanya.

Dikatakannya ketika orang tuanya ingin membantu anaknya agar berhasil dan mendapatkan juara dalam perlombaan tersebut sehingga berusaha membantu anaknya, namun cara tersebut justru anaknya tidak menerima bantuan dari orang tuanya.

“Si anak akan memilih caranya sendiri dan tidak mau jika dibantu, kalau dibantu suka nolak, dan suka ingin belajar sendiri,” katanya.

Dijelaskannya dengan sikap anak seperti itu merupakan langkah upaya anak tersebut dapat berperilaku jujur dan membangun sikap mandiri, yang secara langsung akan terekam pada otak anak.

Sementara itu digelarnya acara tersebut pada anak-anak selain berpeliaku jujur juga melatih syaraf otak anak agar lebih kreatif dan cerdas.

Karena itu, diharapkan orang tua ikut mendukung sepenuhnya apabila anaknya ingin mengikuti acara lomba mewarnai atau lomba kreatifitas lainnya.

“Peran orang tua juga harus mendukung anaknya agar lebih tampil percaya diri,” katanya.

Lomba yang digelar di mal itu berlangsung meriah, yang diikuti 1.681 anak se-Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, sebagai kegiatan menyambut hari anak nasional.

Monday, June 29, 2009

Design Prangko Adalah Ikon Budaya Yang Terlupakan

Dari sekian banyak komunitas,mungkin komunitas filateli yang paling sedikit peminatnya.Tapi soal fanatisme, jangan diragukan lagi.

Komunitas ini mengusung idealisme membudayakan tulis-menulis melalui surat atau sekadar mengenang memorabilia suatu kejadian yang pantas diabadikan dalam design kertas kotak mungil itu. Memang, dari selembar prangko, ternyata kita bisa punya banyak pengalaman.

Setidaknya, dari prangko itu kita bisa menambah ilmu.Hanya dari kolektor prangko, orang sering memanfaatkan gambar-gambar dalam design prangko itu untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti geografi,sejarah,flora,fauna.

Tema yang diambil pada kegiatan Jakarta 2008, 22nd Asian International Stamp Exhibition itu pun cukup unik,yaitu Philately, a Bridge to Friendship among Men,tentu sangat sesuai dengan prinsip-prinsip dan falsafah yang diemban para filatelis. Para kolektor prangko tersebut memang tidak saja mengoleksi hanya sekadar pajangan. Lebih dari itu,sebuah persahabatan bisa terjalin hanya dengan barter prangko.

Pameran bertaraf internasional yang diikuti berbagai perwakilan stamp dealers dari berbagai negara berlangsung 23–28 Oktober 2008. Pada kegiatan ini, juga ada ajang kompetisi yang menghadirkan 350 orang peserta,dengan perincian 212 orang dari kelas internasional,78 orang kelas nasional,60 orang perwakilan dari stamp dealers,.

Selain itu,sekitar puluhan ”pedagang prangko” bukan hanya dari kawasan Asia-Pasifik, melainkan juga dari Eropa akan membuka gerai penjualan benda-benda filateli mereka di pameran ini.

Menkominfo M Nuh saat memberikan sambutan pembukaan mengatakan,forum filateli sebagai wadah yang mampu memberikan harapan untuk saling bertukar pandangan pada bidang filateli dalam banyak aspek yang berbeda.Pun pada 2008 tersebut,Indonesia sedang menggalakkan kampanye Visit Indonesian Year.

Dengan harapan, citra Indonesia yang tertoreh dalam design prangko tersebut dapat membangkitkan wisatawan untuk datang ke Indonesia. Selama lima hari tersebut,PT Pos Indonesia juga meluncurkan joint stamp dengan Turki. Sekitar 1200 frame koleksi design prangko dari 24 negara di Asia-Pasifik yang dikompetisikan, tampil dengan banyak keunikannya.Sebut saja antara lain koleksi dari salah satu boothyang khusus memberi label produk prangkonya dengan amazing stamp.

Di stan ini,ditampilkan design kumpulan-kumpulan prangko yang dibentuk bergambar calon Presiden Amerika Serikat Barrack Obama serta Albert Einstein,yang dipajang dalam sebuah bingkai besar.

Thursday, June 18, 2009

Proses Design Logo Google

Design logo Google ini merupakan pernyataan bahwa Google senang membuat segala sesuatunya sederhana dan mudah. Setiap orang hampir sudah pasti mengenal logo Google yang sederhana, minimalis, dinamis dan modern. Tetapi sangat sedikit yang mengenal siapa yang mendesign logo tersebut dan bagaimana proses kreatif yang terjadi dibalik design logo search engine nomor satu dijagad internet.

Kebanyakan orang menyangka bahwa para pendiri Google sendirilah yang mendesign logo perusahaannya, dugaan mendesign logo sendiri ini sudah barang tentu salah. Sergei Brin adalah seorang ahli matematika yang sejak awal tertarik pada data mining sedangkan Larry Page adalah rekan sesama mahasiswa S3 yang ahli komputer. Pada awal pertemuan mereka selalu terlibat dalam permusuhan sengit (menurut rekan-rekan mereka) dalam perumusan data mining melalui hubungan link antar halaman web, mereka berdua selalu melihat ketidaksempurnaan dalam perumusan yang dibuat oleh rekan mereka, sampai suatu ketika mereka berdua memutuskan memindahkan penelitian kesebuah garasi pinjaman dari seorang saudara Sergei Brin dan akhirnya menjadi search engine nomor satu.

Logo google ini dibuat pada saat-saat akhir sebelum peluncuran oleh sahabat mereka, asisten profesor seni pada Standford University, Ruth Kedar. Para pendiri Google ini terkenal senang merekrut atau memakai keluarga dan sahabat-sahabat mereka untuk urusan bisnis.

Proses design logo ini dimulai dengan sebuah visi yang sederhana dari para pendirinya yaitu bahwa mereka ingin membuat sebuah logo yang menyenangkan tanpa adanya sebuah item, barang, benda apapun yang dapat dikenali atau diidentifikasi yang pada akhirnya akan membatasi Google itu sendiri. Pada awalnya mereka juga tidak memiliki visi mengenai kemana perusahaan mereka akan dibawa bahkan mereka memasukkan tagline “Google does not do horoscopes, financial advice or chat”, yang pada akhirnya tidak pernah muncul sama sekali.

Baca lebih lengkap mengenai: Proses Design Logo Google

Sunday, May 24, 2009

Cara Memilih Book Binding Yang Tepat Untuk Design Buku

Memilih tipe penjilidan atau book binding bagi buku, katalog, booklet, company profile atau materi presentasi merupakan hal yang sulit terutama bila ingin menekan biaya produksi atau cetak. Memilih tipe penjilidan adalah hal yang paling awal harus diputuskan sebelum memulai pekerjaan mendesign.

Hal pertama yang harus ditentukan adalah memilih jenis sampul atau cover buku, apakah akan memakai hardcover atau paperback. Menggunakan hardcover merupakan pilihan yang agak mahal namum dapat memberikan kesan profesional dan mewah sedangkan paperback sangat cocok bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.

Dibawah ini adalah empat tipe book binding yang populer dari sekian banyak cara penjilidan book binding yang ada.

Plastic Comb Binding
Ini adalah book binding yang paling murah dari semua tipe penjilidan buku atau book binding. Tipe penjilidan ini memungkinkan buku, booklet, katalog atau company profile untuk dibuka rata, mudah untuk digandakan dengan fotokopi, ringan dan isi dapat ditambahkan kemudian atau dikeluarkan bila sudah tidak relevan lagi. Kelemahan utama dari plastic comb binding ini adalah biasanya dilakukan manual dengan pekerjaan tangan dan bila dilakukan dalam jumlah besar akan sangat tidak efesien dan efektif lagi sehingga akan memakan biaya yang tinggi bagi proses produksinya.

Saran Penggunaan: Laporan intern, presentasi, proposal dan dokumen formal

Ring Spiral Binding
Tehnik jilid spiral atau spiral coil binding ini lebih mahal dari tehnik penjilidan plastic comb. Jilid spiral ini tersedia dalam dua macam bahan yaitu plastik dan kawat, dengan jilid ring spiral kawat umumnya lebih mahal dari segi biaya produksi. Buku, booklet, katalog, atau company profile yang dijilid dengan spiral dapat dibuka hingga rata bahkan ditekuk kebelakang agar mudah dibaca atau digandakan. Jilid ring spiral ini sangat populer dipergunakan untuk membuat kalender meja.

Saran Penggunaan: Buku manual, buku tehnik, presentasi, kalender, notebook, agenda.

Lebih lengkap: Cara Memilih Book Binding Yang Tepat Untuk Design Buku

Monday, April 13, 2009

Perbedaan Bold Strong Italic dan Emphasis Dalam Web Design

Dalam presentasi visual yang disajikan oleh kebanyakan web browser pasangan elemen mark up html bold <b> dan strong <strong> maupun italic <i> dan emphasis <em> tidak memiliki perbedaan sama sekali. Perbedaan yang mendasar bukan karena yang pertama lebih singkat untuk ditulis melainkan terletak kepada struktur halaman web itu sendiri. Elemen mark up html bold dan italic adalah elemen format, jadi hanya untuk presentasi visual sedangkan elemen mark up em dan strong memiliki fungsi dan arti struktural.



Bagi setiap orang yang sudah terjun kedalam web design sejak 10 tahun yang lalu, dimana pada masa itu web design masih didominasi oleh tabel dalam strukturnya, tidak seperti saat ini dimana penggunaan tabel dalam mendesign sudah ketinggalan zaman dan sangat tidak search engine friendly. Para web designer awal ini tentu akan ingat elemen mark up html seperti untuk <b> bold dan untuk <i> italic yang singkat untuk ditulis.


Namun akhir-akhir ini banyak sekali orang yang menyarankan agar seorang web designer tidak lagi menggunakan mark up <b> untuk bold dan <i> untuk italic dengan berbagai macam alasan, salah satu yang paling populer disebutkan adalah kedua elemen mark up <b> dan <i> sudah tidak akan ada lagi dalam xhtml karena digantikan oleh <strong> dan <emphasis>. Pada kenyataannya alasan tersebut jelas sangat salah.



Menurut W3C, sebuah badan yang berwenang dalam urusan web standar, disebutkan bahwa pada awalnya terdapat sepasang elemen html untuk menunjukan bahwa bagian tertentu dari kalimat perlu penekanan atau emphasis dan pasangan elemen html ini memungkinkan untuk dilakukan emphasis dalam dua level. Elemen mark up yang dimaksud adalah elemen mark up <em> dan <strong>. Pada perkembangan selanjutnya elemen italic dan bold ditambahkan dan elemen ini adalah mark up <i> dan <b>. Berikut adalah contoh pemakaiannya:



Lebih Lanjut: Perbedaan Bold Strong Italic dan Emphasis Dalam Web Design

Tuesday, March 3, 2009

Panggung Zebra Cross Dalam Design Tarian

Beberapa penari menggunakan pakaian sama: kemeja putih dililit pita hitam, celana legging motif belang, dan penutup kepala warna hitam putih. Saat lampu hijau menyala, mobil melaju menerjang jalan. Mereka terdiam dan sabar menunggu. Begitu lampu merah menyala, segera mereka melakukan aksi design tarian mereka. Ada yang melenggang, berjingkrak, dan meliuk.

Semua itu mereka lakukan di atas design garis zebra cross untuk menyeberang jalan di perempatan Sarinah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat sore lalu. Mereka menari sambil membawa tanda verbodden atau stop di tangan masing-masing. Z.C (zebra cross)--begitu judul tari garapan seniman design Solo, Boby Ari Setyawan ini--mencuri perhatian pengendara mobil dan pejalan kaki.

Itu adalah bagian dari Gelar Koreografi Kota, yang mementaskan tari di tempat-tempat umum. Acara ini melibatkan empat kareografer dan sejumlah penari yang pentas di tempat berbeda. "Saya mencari hal baru, gerak diolah untuk ekspresi seniman design dan mewakili kegelisahan terhadap sekeliling," ujar Boby, pria kelahiran Klaten 26 tahun lalu.

Selama sebulan, Boby mencoba karyanya di Solo. "Saya tertantang membawa karya ini ke Jakarta di masa sibuk, seusai jam kantor," katanya.

Karya design itu diambil dari tembang dolanan Jawa yang sering didendangkan semasa Boby kecil. "Ada syair tentang ajaran kedisiplinan di jalan raya, saya ubah agar diselaraskan dengan situasi Kota Jakarta kini," kata peraih design koreografer dan penari terbaik di Bandar Serai Award 2003-2004 tersebut.

Wednesday, January 7, 2009

Informasi Trend Warna Design Tahun 2009

Trend dari warna dari tahun ke tahun selalu dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Krisis ekonomi dan keuangan global dengan sendirinya akan sangat berpengaruh terhadap trend warna design. Kita mungkin tidak akan lagi melihat beberapa merek internasional yang sangat dominan pada tahun sebelumnya karena krisis membuat mereka menghilang dari radar bisnis, sehingga untuk memprediksi trend warna design pada tahun 2009, kita juga harus memperhatikan kondisi ekonomi global

Selamat Tahun Baru 2009 … sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal tahun 2008 dan selamat datang trend baru tahun 2009.

Warna ada disekitar kita, mulai dari tanah hingga langit maupun tembok dan pakaian didalam lemari kita semuanya memiliki warna yang tidak bisa dipisahkan lagi dari hidup keseharian. Keadaan ekonomi global yang sedang turun akan memaksa orang untuk lebih kreatif dalam segala hal. Dimana-mana akan ada penurunan daya beli sehingga orang tidak akan berbelanja sebanyak sebelumnya, pergeseran ini akan tampak dengan munculnya warna-warna cerah dan bergaya etnik kearah belahan timur dunia.

Untuk melihat warna-warna yang akan menjadi trend pada design tahun 2009 klik disini:

Design Blog: Informasi Trend Warna Design Tahun 2009

Wednesday, December 10, 2008

Design Nishiki-e Sebuah Seni Terapan Dari Sketsa Kabuki Jepang

Seni Kabuki dari Jepang tak cuma pertunjukan teater tari di atas panggung. Kabuki juga bisa dituangkan dalam kertas atau kanvas yang dinamakan Nishiki-e. Karya seni itulah yang dipamerkan di Bentara Budaya, Jakarta, 27 November hingga 5 Desember lalu. Selanjutnya, pameran berpindah ke Surabaya pada 11-21 Desember.

Nishiki-e adalah jenis karya design seni yang berawal dari Ukiyo-e, seni grafis cetak cukil kayu yang terkenal di Jepang pada abad ke-17. Teknik ini dikembangkan pada zaman Edo. Salah satu jenis Ukiyo-e adalah Nishiki-e. Design gambar yang dilukis adalah penggalan adegan saat pertunjukan Kabuki lengkap dengan sang artis dan latar panggung pementasan.

Misalnya gambar design Nishiki-e karya Utagawa Toyokuni kedua yang bercerita tentang Senchu Yukimi Zu (menikmati salju dari atas perahu). Karya ini berupa gambar tiga pemain Kabuki yang tengah naik perahu dan minum sake sambil menikmati pemandangan salju.

Kita juga bisa menengok design Nishiki-e Ousai Fusatane (1875) yang berkisah tentang Yoshitsune Sembon Zakura (Yoshitsune dan seribu tangkai sakura). Karya ini menceritakan tentang seekor rubah jelmaan Tadanobu yang melompat di depan pasangan kekasih Yoshitsune (tokoh samurai) dan Shizuka Gozen.

Tak cuma adegan yang dituang dalam kertas, design Nishiki-e juga bisa berupa latar panggung yang diilhami dari lokasi pegunungan atau di sebuah kekaisaran. Seperti dalam karya berjudul Edomeisho Saruwaka-cho. Saruwaka-cho adalah kawasan hiburan terkenal di Kota Edo.

Gambar berlatar pemandangan Gunung Fuji di bagian atas dan kawasan hiburan Saruwaka-cho di bagian bawah itu mirip design sketsa yang diwarnai. Tekstur Nishiki-e memang lebih mirip sketsa karena garisnya kasar dan tegas, tapi teknik pembuatannya tergolong rumit.

Pertunjukan Kabuki memang penuh dengan properti menarik. Beberapa alat pendukung pertunjukan pun dipamerkan. Seperti sebuah topi berwarna emas yang disebut Egoshi. Topi ini dipakai oleh para pria yang melakonkan jabatan tingkat tinggi. Di sebelahnya ada Suzu Daiko, yakni sepasang tambur ala Jepang yang dilengkapi dengan lonceng. Juga ada sepasang alat tabuh Kakko dari kayu, dan sebuah Kakko (gendang kecil untuk pementasan).

Pameran design ini merupakan rangkaian dalam perayaan 50 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Jepang. “Lewat karya-karya zaman Edo yang dipamerkan di sini, kami ingin memperkenalkan Jepang dari sisi seni design yang berbeda,” ujar Atsushi Kanai, Direktur The Japan Foundation Jakarta, pelaksana acara.

Thursday, December 4, 2008

Teori Warna dan Color Management Bagian Pertama

Warna memiliki unsur seni dan teknologi serta merupakan salah satu bagian yang cukup rumit untuk dikuasai. Penguasaan terhadap warna ini sangat mempengaruhi proses dan hasil akhir produksi dari percetakan yaitu bagaimana mempresentasikan hasil sebuah design kedalam bentuk cetak dengan penyimpangan warna yang minimal. Hal ini membutuhkan pengertian yang mendalam tentang bagaimana mata manusia mempresepsikan dan melihat warna.

Bermain dengan warna adalah hal yang menyenangkan dan dapat menjadi pengalaman yang menarik. Pengertian yang baik tentang warna dan bagaimana mengaplikasikannya kedalam sebuah karya dapat menolong kita untuk lebih berekspresi dengan pabrik seni kita.

Warna terdiri dari 3 aspek yaitu

  1. Sifat fisika dari Cahaya
  2. Obyek dan Sifat kimia dan Cahaya
  3. Mata dari pengamat
Pembahasan lebih lanjut: Teori Warna dan Color Management Bagian Pertama

Thursday, November 20, 2008

Elemen Blockquote Dalam Web Design

Blockquote merupakan elemen dari html yang telah lama ada dan masih tetap banyak digunakan meskipun efek penampilan visual dari elemen pada web browser terkini tidak banyak berubah sejak pertama kali diperkenalkan pada web browser generasi awal tetapi bagaimana web designer memakainya telah jauh berkembang dari maksud awal penggunaannya.

Secara harafiah blockquote dimaksudkan untuk menyajikan ulang secara utuh sebagian isi dari halaman web yang diterbitkan atau disajikan tempat lain entah dari situs yang berbeda, halaman web yang berbeda pada situs yang sama maupun pada halaman web yang sama dalam bentuk “block” yang terpisah secara visual dari isi halaman tersebut.

Berpedoman pada fungsinya yang sederhana ini, hampir semua web browser mempresentasikannya secara sederhana pula yaitu dengan memberikan jarak sebesar 36 pixel disebelah kiri dan kanan pada teks yang diberikan elemen Pada awal perkembangan internet, penggunaan elemen ini banyak diabaikan karena penampakan visualnya.

Seiring dengan hingar bingarnya visual efek dari halaman web maka elemen ini secara ironis mulai banyak digunakan bahkan dipandang sama dengan elemen hanya karena semata-mata mereka berdua memiliki tampilan visual yang sama dan bahkan lebih populer untuk digunakan karena lebih singkat dan cepat untuk ditulis.

Tetapi bagi web designer yang sangat menjaga dengan kualitas coding html menemukan bahwa HTML validation seperti W3C menganggap penggunaan elemen ini salah karena sebenarnya ini dimaksudkan untuk berada didalam elemen atau definition list. Tidak seperti kembaran visualnya, elemen dapat digunakan dimana saja sehingga secara lambat laun menjadi pilihan bagi para web designer untuk menampilkan efek visual yang diinginkan.

Dominasi dari elemen ini semakin populer dengan munculnya CSS (cassading style sheet), dimana akhirnya designer dapat dengan mudah merubah presentasi visual dari ini dan menampilkannya dimana saja dengan format yang sama.

Lebih lanjut mengenai fungsi tambahan blockquote: Elemen Blockqoute Yang Dulu Diabaikan

Thursday, October 23, 2008

Hak Kekayaan Intelektual Dalam Seni Design Tradisional

Cerita dari Jahab

Akhir tahun 2005. Seorang pemangku Adat masyarakat Dayak Benuaq di Jahab, Kalimantan Timur, menuturkan sebuah cerita sakral, bahwa bagi mereka, kayu-kayu hutan Kalimantan ternyata adalah leluhur dan tetangga yang harus selalu diperlakukan dengan hormat.

Namun, semua sudah berubah. Dengan secarik surat izin, para pendatang dari luar pulau dan bahkan luar negeri dapat menggunduli hutannya hingga akar dalam hitungan hari.

”Leluhur dan tetangga kami mati. Rumah Lamin kami berganti bedeng dan kami sulit membuat ukir-ukiran lagi. Orang-orang asing datang membuat obat dari kekayaan hutan dan tradisi design kami di belakangkan. Kadang, kamilah justru yang dituduh sebagai perusak hutan atau pencuri kayu perusahaan.”

Cerita dari Amazon

Tahun 1986. Loren Miller memperoleh Paten dari Kantor Paten Amerika Serikat (AS) sebagai inventor varietas tanaman yang kabarnya dapat menjadi obat antikanker dan psikoterapi bernama tradisional Da Vine. Lucunya, Miller sebetulnya hanya ”menemukan” varietas itu dibudidayakan di satu kebun seorang anggota komunitas Amazon di Amerika Latin. Da Vine bagi masyarakat tradisional itu adalah tanaman sakral untuk obat bernama Ayahuascha.

Begitu tahu bahwa tanaman sakral mereka dipatenkan pihak luar, perwakilan masyarakat Amazon itu segera memohon agar Paten itu ditinjau ulang. Sayangnya, karena tidak ada bukti tertulis, upaya hukum untuk mencabut Paten itu gagal. Paten itu habis masa berlakunya tahun 2003.

Pertanyaan kritis

Adakah subsistem perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang bisa membuat sebuah produk tetap lekat dengan tanah asalnya? Adakah HKI yang berpihak kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat adat atau komunitas lokal?

Sejauh ini, hak-hak kebudayaan yang mengurusi perlindungan nilai-nilai ekonomi produk-produk budaya dan design tradisional adalah HKI. Menurut versi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), HKI merupakan sistem besar berdasarkan Perjanjian Internasional tentang Aspek-aspek HKI yang Terkait dengan Perdagangan (TRIPS). Sistem ini terdiri dari sub-subsistem Hak Cipta, Paten, Merek, Design Industri, Rahasia Dagang, Tata-Letak Sirkuit Terpadu, dan Indikasi Geografis.

Sayangnya, ketujuh subsistem itu punya dua karakter khas. Pertama, sebagai produk WTO, mereka justru cenderung mendukung ide perdagangan bebas, yang ingin membuat barang dan jasa mengalir bebas melintasi batas-batas negara, dan bukannya diam dalam satu wilayah negara. Kedua, sesuai dengan sejarah pemberian Paten di Eropa pasca-Abad Pencerahan, yang dilindungi adalah produk-produk budaya modern, dengan cara pembuktian modern yang mesti tertulis, dan pemegang hak perorangan. Padahal, bukti produk-produk dan design tradisional adalah warisan tradisi bersifat lisan. Kepemilikannya pun komunal.

Kabar baiknya, pengembangan perlindungan hukum di tingkat nasional negara anggota WTO tetap terbuka, selama semua isi TRIPS sudah diakomodasi. Maka, dengan cerdas Undang-Undang Hak Cipta di Indonesia telah menambahkan pewayangan, kaligrafi, dan seni design terapan batik sebagai obyek perlindungan.

Selain itu, ditentukan bahwa Negara memegang Hak Cipta atas obyek-obyek yang tidak diketahui penciptanya untuk kepentingan pencipta itu dan ahli warisnya, dengan perlindungan tanpa batas waktu. Pakar Hak Cipta, Eddy Damian, dan pakar perlindungan Folklor, Agus Sarjono, juga telah mengemukakan pentingnya pendataan kekayaan design tradisi sebagai upaya preventif.

Namun, bagaimana dengan produk-produk budaya warisan tradisi yang sudah telanjur disahkan oleh sistem HKI WTO sebagai hak pihak-pihak asing?

Perlindungan HKI lain

Sebetulnya, perlindungan HKI lain bisa dicari dalam perjanjian-perjanjian internasional yang bukan dibuat WTO, tetapi Organisasi Hak Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO). Sebagai badan khusus PBB, WIPO selalu berusaha mengimbangi corak hukum WTO yang sering cenderung berpihak kepada kepentingan segelintir negara maju yang telah kekurangan ide kreatif.

Perlindungan Indikasi Asal dalam Konvensi Paris versi WIPO, misalnya, adalah perlindungan terhadap tanda, nama atau indikasi yang menunjukkan asal suatu barang yang sebenarnya. Konvensi Paris melarang setiap barang beredar di pasar global memakai tempat asal yang salah atau menyesatkan.

Dalam hukum nasional Indonesia, Indikasi Asal sebetulnya juga telah diatur dalam Undang-Undang Merek. Di situ disebutkan bahwa Indikasi Asal adalah Indikasi Geografis, tetapi belum terdaftar. Sayangnya, karena masih merupakan bagian dari Merek, sering terjadi salah paham, bahwa menghubungkan perlindungan Indikasi Asal dengan obyek Paten, Hak Varietas Tanaman atau karya-karya seni tradisional obyek Hak Cipta dianggap sudah ”salah” dari awal. Selain itu, karena pengaturannya hanya satu ayat, Indikasi Asal kesannya tidak penting.

Padahal, perlindungan Indikasi Asal bisa dipakai juga untuk memperkuat perlindungan sub- sistem HKI lainnya. Sebagai bagian dari Indikasi Geografis dalam arti luas, Indikasi Asal justru menghargai sejarah dan akar budaya setempat, termasuk tradisi pembuatannya, di samping faktor lingkungan dominan, seperti keadaan tanah dan iklim. Perlindungannya tidak mengenal batas waktu selama kualitasnya terjaga. Selain itu, kepemilikannya dipegang oleh kelompok masyarakat produsen yang tinggal dalam suatu kesatuan wilayah atau klaster.

Menariknya, kepemilikan bersama atas suatu Indikasi Asal amat mungkin. Misalnya, Indikasi Design Asal Batik Indonesia tentu merupakan milik bersama dari kelompok produsen batik-batik Jawa dan Palembang.

Belajar dari kasus Amazon

Belajar dari kegagalan Masyarakat Amazon, klaim atas Da Vine tidak cukup mengandalkan klaim satu subsistem HKI saja, misalnya Paten. Jika saja perlindungan Indikasi Asal juga turut dipakai, mungkin ceritanya akan lain. Klaim, menurut Indikasi Asal, bisa lewat nama Amerika Latinnya: Da Vine, yang mengindikasikan asalnya.

Pembuktian bahwa pengolahan Da Vine memiliki akar kultural yang panjang dalam tradisi masyarakat Amazon pun bisa dilakukan melalui banyak alat bukti. India telah melakukan upaya ini bagi beberapa strain Beras Basmati melawan pengusaha AS. Yunani juga melakukannya bagi keju Feta melawan pengusaha di beberapa negara Komunitas Eropa. Meski kontroversial, mereka berhasil.

Bagi masyarakat Dayak, tes kelayakan untuk memastikan hak mereka atas produk-produk Kayu Kalimantan bisa dilakukan. Misalnya, apakah produk - produk Kayu Kalimantan sudah punya reputasi tertentu, memiliki akar sejarah budaya lokal yang panjang, memiliki komunitas pemangku, memiliki cara-cara pembuatan tradisional tertentu, dan memiliki kesatuan wilayah produksi. Jika ya, produk- produk Kayu Kalimantan bisa menjadi HKI bersama komunitas-komunitas Dayak dengan binaan pemda setempat.

Produk-produk hasil hutan, pertanian, hingga kerajinan dan ekspresi seni design tradisional yang reputasinya mencuat karena tempat asalnya, juga bisa dicoba dengan perlindungan penguat ini. Tinggal pemihakan dan keberanian dari pihak berwenang yang menentukan.

Miranda Risang Ayu, PhD. Pemerhati masalah Hak-hak Kebudayaan. Pengajar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung

Saturday, October 11, 2008

Ilustratif, Integratif dan Dimensi Design Visual Dalam Proses Kolaborasi Puisi

Istilah kolaborasi berasal dari ilmu perang yang berarti bekerja sama dengan musuh. Dalam seni dan sastra berarti penggabungan dua jenis karya seni yang melahirkan satu bentuk karya seni baru. Contohnya: Film adalah kolaborasi dari seni sastra, seni pentas, seni musik, dan seni rupa atau design.

Dewasa ini timbul jenis-jenis puisi hasil kolaborasi dari seni sastra dan seni lain. Kolaborasi puisi memiliki sejarah panjang. Bentuk kolaborasinya ada dua macam yaitu kolaborasi ilustratif dan kolaborasi integratif.

Pada kolaborasi ilustratif kehadiran puisi hanya didukung dan diperkuat oleh bentuk dan unsur seni lain, yang sifatnya ilustratif dengan design graphic. Misalnya, puisi-puisi Cina klasik yang ditulis di atas kain sutra diberi ilustrasi sesuai dengan isi dan suasana puisi. Hal yang sama terdapat dalam rubayat Omar Khayyam edisi bahasa Inggris Edward Fitzgerald (edisi keempat).

Kolaborasi integratif terjadi pada musikalisasi puisi. Seni sastra berkolaborasi dengan seni musik melahirkan karya baru, puisi yang dinyanyikan. Kolaborasi jenis ini juga banyak terdapat dalam khazanah puisi Cina klasik.

Kolaborasi integratif antara puisi dan seni rupa design terjadi di dalam puisi konkret atau puisi design visual. Larik-larik puisi dibentuk menjadi wujud tertentu tanpa meninggalkan keverbalannya sebagai seni sastra. Salah satu contoh puisi ‘ALLAH’ karya Danarto. Sebagai puisi verbal lariknya masih bisa dibaca. Sementara itu strukturnya dibangun dalam matra design visual yang bermakna simbolik.

Kolaborasi antara puisi dengan seni rupa design tampaknya terus berkembang dalam berbagai bentuk dan variasi. Di Jepang, Osama Asano dan Banyak Natsuishi mengkolaborasikan Haiku dengan seni rupa menjadi sebuah puisi design visual. Pada tahun 1997 penyair Jepang Katsunori Kusunoki meluncurkan puisi visualnya yang disebutnya Poetry Boxing; yaitu puisi yang bermatra teatrikal. Kihachiro Kawamoto mengkolaborasikan Haiku dengan film animasi. Puisi menjadi bentuk seni yang hidup bergerak.

Pelukis Bali, Made Wianta, juga melakukan kolaborasi puisi dan seni rupa design. Dalam hal media dan teknik Wianta lebih cenderung membawa karya kolaborasinya ke arah seni rupa. Puisi yang dikolaborasikan tidak dipakai untuk mewujudkan suatu rupa, tetapi menjadi unsur seni rupa design. Selembar sobekan koran diberi lukisan dan goresan-goresan puisi. Sobekan koran itu menjelma menjadi karya seni rupa, dan puisi menjadi salah satu unsurnya. Kadang-kadang puisi itu tidak lagi bisa dibaca, dan tidak lagi mengandung makna. Hal ini menegaskan, karya itu lebih cenderung sebagai karya seni rupa design.

Di bawah pengaruh seni instalasi puisi design visual atau puisi konkret keluar dari matra dimensinya; dari dua menjadi tiga dimensi. Sebuah seni instalasi bisa sebuah puisi yang telah berkolaborasi dengan seni rupa.

Dalam sastra Bali klasik juga terdapat kolaborasi puisi dan seni rupa; yang dikenal dengan nama Rerajahan, yaitu sejenis sastra magis-spiritual. Karya lain misalnya Sastra Yantra karya Anak Agung Istri Agung. Sepintas lalu karya ini tampaknya dibangun dengan kolaborasi ilustratif design graphic. Tetapi bila dicermati pada hakikatnya memakai kolaborasi integratif. Fragmen-fragmen gambarnya merangkai dan mengantarkan teks puisinya mengikuti arah tertentu. Karya ini adalah seni sastra sekaligus seni rupa.

Sutan Takdir Alisyahbana (almarhum) pernah menyuruh Ni Reneng mengkolaborasikan puisinya yang berjudul ‘Perempuan di Persimpangan Zaman’. Hasilnya adalah sebuah tari Bali dengan nama yang sama.

Larik-larik puisi yang menunjukkan temanya diwujudkan dalam gerak tari simbolik. Orang boleh menyebut karya ini puisi yang ditarikan atau tarian puitis.

Variasi kolaborasi puisi dan seni musik antara lain dilakukan oleh Hintze (dipertunjukkan di Werdi Budaya Denpasar, 22 Agustus 2003, dalam acara Pesta Sastra Internasional). Bentuknya tidak sekadar musikalisasi puisi. Puisinya terdiri dari aneka bunyi yang dihasilkan oleh mulut didukung oleh bunyi-bunyi produk alat elektro dan gesekan benda-benda. Pemirsa hanya bisa menikmati puisi bunyi ini lewat kesan-kesan yang timbul menurut pengalaman estetik masing-masing.

Melalui proses kolaborasi bentuk dan jenis puisi bertambah. Definisinya pun berubah. Meski tak sepenuhnya meninggalkan bahasa verbal, puisi hasil kolaborasi sering berada di luar bahasa verbal. Tak ada lagi definisi yang bisa menjangkaunya, kecuali ditunjukkan oleh sifat kepadatan intensitasnya.

Kolaborasi puisi dapat membantu membukakan peluang bagi penikmat dan pengapresiasi, di samping memberikan medan seni yang baru. Dengan kolaborasi kerumitan dunia puisi dapat ‘dicairkan’, sehingga lebih mudah dinikmati dan diapresiasi.

Pada musikalisasi puisi, peningkatan irama karena unsur musik dapat lebih menggugah indera-indera penikmat. Dengan kata lain puisi telah membuka jalan yang lebih lapang guna dimasuki oleh pengapresiasi.

Kolaborasi puisi dengan seni rupa design memungkinkan puisi memperoleh dimensi baru yaitu dimensi design visual. Aspek verbalnya memberikan makna lewat tema, sedangkan aspek visualnya memberikan makna simbolik lewat rupa. Pemirsa dapat menikmati puisi sekaligus seni rupa.

Sudah saatnya bentuk-bentuk kolaborasi puisi diperkenalkan di ruang kelas, kalau kita tidak mau siswa kita tertinggal oleh perkembangan seni budaya design sejagat.

Oleh: Nyoman Tusthi Eddy

Sunday, September 14, 2008

Service - Pensil Warna Design

Pensil Warna Design adalah rumah design dengan konsep butik design sehingga anda dapat memilih service yang pensil warna design sajikan berdasarkan keperluan perusahaan anda saat ini. Pensil Warna Design menyajikan design berkualitas yang bermain dengan ide-ide innovative dan segar serta menciptakan informasi yang komunikatif secara visual untuk meningkatkan penjualan dan brand recognition.

Design service Pensil Warna Design mencakup antara lain:

  1. Animasi dan Visual Presentasi
    Animasi maupun Visual presentasi sangatlah berguna dalam memudahkan mencerna sesuatu yang kompleks dan rumit seperti liteatur ilmiah atau makalah. Kami, Pensil Warna Design dapat membantu dalam membuat animasi, flash maupun 3d, atau presentasi visual yang memukau.

  2. Design Logo dan Visual Identitas
    Design logo kami yang mampu menunjukan karakter dari klien kami atau kesan yang ingin disampaikan karena di Pensil Warna Design, kami mengerti bahwa logo klien kami adalah kristalisasi dari identitas, kepribadian, visi, misi dan segala keunikan sebuah perusahaan yang akan diingat selama puluhan tahun mendatang.

  3. Web Design
    Kami juga melayani pembuatan design website yang selain berpenampilan indah juga sistematis dan efisien hingga mudah digunakan. Web Design kami selain mengutamkan keindahan, selalu berbasis pada kemudahan penggunaan, praktis, kesesuaian dengan standar web dari W3C dan search engine mulai dari web dengan mengkodean tangan, CMS (Content Management System) hingga e commerce atau toko online.

  4. Graphic Design
    Design graphic kami mencangkup design kemasan, brosur, leaflet, cover buku, company profile, hanging mobile , store display, tradeshow display serta sarana promosi cetak lainnya

  5. Search Engine Optimization
    Search Engine Optimization bertujuan untuk memaksimalkan ranking sebuah situs dalam hasil pencarian serach engine, karena dengan bertumbuh pesatnya dunia internet maka sangatlah tidak mungkin untuk melihat satu persatu setiap situs yang ada yang berjumlah milyaran dan tumbuh dengan angka puluhan juta perhari. Kami membantu anda dalam mengoptimasi website yang telah diluncurkan dengan keahlian kami dalam Search Engine Optimization (SEO). Pensil Warna Design menyediakan pelatihan search engine optimization dalam membantu klien kami memperoleh peringkat lebih baik dalam hasil pencarian di search engine sehingga mampu menghasilkan lebih banyak traffic serta meningkatkan penjualan.

  6. 3d Visualization & Arsitektur
    3D visualisasi merupakan pemvisualisasi dari ide atau konsep kedalam bentuk yang nyata dan menyenangkan untuk dilihat dengan biaya lebih murah daripada harus membuat prototype dari ide atau konsep tersebut. 3d Visualisasi ini banyak digunakan pada arsitektur, interior design maupun visualisasi suatu proyek atau produk untuk dianalisa sebelum diproduksi secara masal, sarana pendidikan mapun materi marketing.

Even the best idea need design help, dan kami, Pensil Warna Design sangat bangga menjadi partner anda dalam melakukan hal-hal luar biasa untuk membantu anda maju dan berkembang.

  ©Blogspot Design By Pensil Warna Design.

TOPO