Monday, April 13, 2009

Perbedaan Bold Strong Italic dan Emphasis Dalam Web Design

Dalam presentasi visual yang disajikan oleh kebanyakan web browser pasangan elemen mark up html bold <b> dan strong <strong> maupun italic <i> dan emphasis <em> tidak memiliki perbedaan sama sekali. Perbedaan yang mendasar bukan karena yang pertama lebih singkat untuk ditulis melainkan terletak kepada struktur halaman web itu sendiri. Elemen mark up html bold dan italic adalah elemen format, jadi hanya untuk presentasi visual sedangkan elemen mark up em dan strong memiliki fungsi dan arti struktural.



Bagi setiap orang yang sudah terjun kedalam web design sejak 10 tahun yang lalu, dimana pada masa itu web design masih didominasi oleh tabel dalam strukturnya, tidak seperti saat ini dimana penggunaan tabel dalam mendesign sudah ketinggalan zaman dan sangat tidak search engine friendly. Para web designer awal ini tentu akan ingat elemen mark up html seperti untuk <b> bold dan untuk <i> italic yang singkat untuk ditulis.


Namun akhir-akhir ini banyak sekali orang yang menyarankan agar seorang web designer tidak lagi menggunakan mark up <b> untuk bold dan <i> untuk italic dengan berbagai macam alasan, salah satu yang paling populer disebutkan adalah kedua elemen mark up <b> dan <i> sudah tidak akan ada lagi dalam xhtml karena digantikan oleh <strong> dan <emphasis>. Pada kenyataannya alasan tersebut jelas sangat salah.



Menurut W3C, sebuah badan yang berwenang dalam urusan web standar, disebutkan bahwa pada awalnya terdapat sepasang elemen html untuk menunjukan bahwa bagian tertentu dari kalimat perlu penekanan atau emphasis dan pasangan elemen html ini memungkinkan untuk dilakukan emphasis dalam dua level. Elemen mark up yang dimaksud adalah elemen mark up <em> dan <strong>. Pada perkembangan selanjutnya elemen italic dan bold ditambahkan dan elemen ini adalah mark up <i> dan <b>. Berikut adalah contoh pemakaiannya:



Lebih Lanjut: Perbedaan Bold Strong Italic dan Emphasis Dalam Web Design

Tuesday, March 3, 2009

Panggung Zebra Cross Dalam Design Tarian

Beberapa penari menggunakan pakaian sama: kemeja putih dililit pita hitam, celana legging motif belang, dan penutup kepala warna hitam putih. Saat lampu hijau menyala, mobil melaju menerjang jalan. Mereka terdiam dan sabar menunggu. Begitu lampu merah menyala, segera mereka melakukan aksi design tarian mereka. Ada yang melenggang, berjingkrak, dan meliuk.

Semua itu mereka lakukan di atas design garis zebra cross untuk menyeberang jalan di perempatan Sarinah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat sore lalu. Mereka menari sambil membawa tanda verbodden atau stop di tangan masing-masing. Z.C (zebra cross)--begitu judul tari garapan seniman design Solo, Boby Ari Setyawan ini--mencuri perhatian pengendara mobil dan pejalan kaki.

Itu adalah bagian dari Gelar Koreografi Kota, yang mementaskan tari di tempat-tempat umum. Acara ini melibatkan empat kareografer dan sejumlah penari yang pentas di tempat berbeda. "Saya mencari hal baru, gerak diolah untuk ekspresi seniman design dan mewakili kegelisahan terhadap sekeliling," ujar Boby, pria kelahiran Klaten 26 tahun lalu.

Selama sebulan, Boby mencoba karyanya di Solo. "Saya tertantang membawa karya ini ke Jakarta di masa sibuk, seusai jam kantor," katanya.

Karya design itu diambil dari tembang dolanan Jawa yang sering didendangkan semasa Boby kecil. "Ada syair tentang ajaran kedisiplinan di jalan raya, saya ubah agar diselaraskan dengan situasi Kota Jakarta kini," kata peraih design koreografer dan penari terbaik di Bandar Serai Award 2003-2004 tersebut.

Saturday, February 14, 2009

Animasi 3D dan Presentasi Visual 2D

Tahukah anda bahwa hampir sebagian besar orang akan lebih memahami isi dari makalah atau literatur ilmiah apabila disajikan dalam bentuk animasi (visual bergerak)? Menyajikan sesuatu dalam bentuk animasi atau presentasi visual sangat menghibur dan memudahkan pelanggan potensial untuk memahami, mencerna dan mengingat pesan yang ingin anda disampaikan.

Menyajikan sesuatu dalam bentuk animasi maupun presentasi visual akan memberikan hasil yang instant. Apapun yang ingin anda sajikan mulai dari yang sederhana hingga makalah atau literatur ilmiah yang rumit sekalipun dalam bentuk animasi, mulai dari 2d flash maupun yang lebih mumpuni dengan teknologi animasi 3d, akan menghasilkan immediate gratification bagi anda karena pesan yang ingin disampaikan dapat dengan mudah diterima oleh pelanggan potensial dan lebih menyenangkan serta menarik untuk dilihat.

Animasi dan presentasi visual
Animasi atau presentasi visual - memungkinkan orang untuk memilih sendiri waktu yang tepat untuk menerima pesan bahkan animasi atau presentasi visual juga dapat dilihat secara sambil lalu didunia yang semakin sibuk dan menuntut kemampuan multi-tasking dari setiap orang, hal ini sangatlah menguntungkan.

Pensil Warna Design dapat membantu anda dalam menyampaikan pesan dalam bentuk animasi ataupun presentasi yang lucu dan menarik sebagai bagian dari program marketing atau program edukasi anda hingga andapun dapat mengalami instant gratification dalam meningkatkan penjualan anda.

Lebih lanjut mengenai jasa animasi 3d dan presentasi visual 2d

Lihat portfolio animasi

Wednesday, January 7, 2009

Informasi Trend Warna Design Tahun 2009

Trend dari warna dari tahun ke tahun selalu dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Krisis ekonomi dan keuangan global dengan sendirinya akan sangat berpengaruh terhadap trend warna design. Kita mungkin tidak akan lagi melihat beberapa merek internasional yang sangat dominan pada tahun sebelumnya karena krisis membuat mereka menghilang dari radar bisnis, sehingga untuk memprediksi trend warna design pada tahun 2009, kita juga harus memperhatikan kondisi ekonomi global

Selamat Tahun Baru 2009 … sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal tahun 2008 dan selamat datang trend baru tahun 2009.

Warna ada disekitar kita, mulai dari tanah hingga langit maupun tembok dan pakaian didalam lemari kita semuanya memiliki warna yang tidak bisa dipisahkan lagi dari hidup keseharian. Keadaan ekonomi global yang sedang turun akan memaksa orang untuk lebih kreatif dalam segala hal. Dimana-mana akan ada penurunan daya beli sehingga orang tidak akan berbelanja sebanyak sebelumnya, pergeseran ini akan tampak dengan munculnya warna-warna cerah dan bergaya etnik kearah belahan timur dunia.

Untuk melihat warna-warna yang akan menjadi trend pada design tahun 2009 klik disini:

Design Blog: Informasi Trend Warna Design Tahun 2009

Wednesday, December 10, 2008

Design Nishiki-e Sebuah Seni Terapan Dari Sketsa Kabuki Jepang

Seni Kabuki dari Jepang tak cuma pertunjukan teater tari di atas panggung. Kabuki juga bisa dituangkan dalam kertas atau kanvas yang dinamakan Nishiki-e. Karya seni itulah yang dipamerkan di Bentara Budaya, Jakarta, 27 November hingga 5 Desember lalu. Selanjutnya, pameran berpindah ke Surabaya pada 11-21 Desember.

Nishiki-e adalah jenis karya design seni yang berawal dari Ukiyo-e, seni grafis cetak cukil kayu yang terkenal di Jepang pada abad ke-17. Teknik ini dikembangkan pada zaman Edo. Salah satu jenis Ukiyo-e adalah Nishiki-e. Design gambar yang dilukis adalah penggalan adegan saat pertunjukan Kabuki lengkap dengan sang artis dan latar panggung pementasan.

Misalnya gambar design Nishiki-e karya Utagawa Toyokuni kedua yang bercerita tentang Senchu Yukimi Zu (menikmati salju dari atas perahu). Karya ini berupa gambar tiga pemain Kabuki yang tengah naik perahu dan minum sake sambil menikmati pemandangan salju.

Kita juga bisa menengok design Nishiki-e Ousai Fusatane (1875) yang berkisah tentang Yoshitsune Sembon Zakura (Yoshitsune dan seribu tangkai sakura). Karya ini menceritakan tentang seekor rubah jelmaan Tadanobu yang melompat di depan pasangan kekasih Yoshitsune (tokoh samurai) dan Shizuka Gozen.

Tak cuma adegan yang dituang dalam kertas, design Nishiki-e juga bisa berupa latar panggung yang diilhami dari lokasi pegunungan atau di sebuah kekaisaran. Seperti dalam karya berjudul Edomeisho Saruwaka-cho. Saruwaka-cho adalah kawasan hiburan terkenal di Kota Edo.

Gambar berlatar pemandangan Gunung Fuji di bagian atas dan kawasan hiburan Saruwaka-cho di bagian bawah itu mirip design sketsa yang diwarnai. Tekstur Nishiki-e memang lebih mirip sketsa karena garisnya kasar dan tegas, tapi teknik pembuatannya tergolong rumit.

Pertunjukan Kabuki memang penuh dengan properti menarik. Beberapa alat pendukung pertunjukan pun dipamerkan. Seperti sebuah topi berwarna emas yang disebut Egoshi. Topi ini dipakai oleh para pria yang melakonkan jabatan tingkat tinggi. Di sebelahnya ada Suzu Daiko, yakni sepasang tambur ala Jepang yang dilengkapi dengan lonceng. Juga ada sepasang alat tabuh Kakko dari kayu, dan sebuah Kakko (gendang kecil untuk pementasan).

Pameran design ini merupakan rangkaian dalam perayaan 50 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Jepang. “Lewat karya-karya zaman Edo yang dipamerkan di sini, kami ingin memperkenalkan Jepang dari sisi seni design yang berbeda,” ujar Atsushi Kanai, Direktur The Japan Foundation Jakarta, pelaksana acara.

Thursday, December 4, 2008

Teori Warna dan Color Management Bagian Pertama

Warna memiliki unsur seni dan teknologi serta merupakan salah satu bagian yang cukup rumit untuk dikuasai. Penguasaan terhadap warna ini sangat mempengaruhi proses dan hasil akhir produksi dari percetakan yaitu bagaimana mempresentasikan hasil sebuah design kedalam bentuk cetak dengan penyimpangan warna yang minimal. Hal ini membutuhkan pengertian yang mendalam tentang bagaimana mata manusia mempresepsikan dan melihat warna.

Bermain dengan warna adalah hal yang menyenangkan dan dapat menjadi pengalaman yang menarik. Pengertian yang baik tentang warna dan bagaimana mengaplikasikannya kedalam sebuah karya dapat menolong kita untuk lebih berekspresi dengan pabrik seni kita.

Warna terdiri dari 3 aspek yaitu

  1. Sifat fisika dari Cahaya
  2. Obyek dan Sifat kimia dan Cahaya
  3. Mata dari pengamat
Pembahasan lebih lanjut: Teori Warna dan Color Management Bagian Pertama

Thursday, November 20, 2008

Elemen Blockquote Dalam Web Design

Blockquote merupakan elemen dari html yang telah lama ada dan masih tetap banyak digunakan meskipun efek penampilan visual dari elemen pada web browser terkini tidak banyak berubah sejak pertama kali diperkenalkan pada web browser generasi awal tetapi bagaimana web designer memakainya telah jauh berkembang dari maksud awal penggunaannya.

Secara harafiah blockquote dimaksudkan untuk menyajikan ulang secara utuh sebagian isi dari halaman web yang diterbitkan atau disajikan tempat lain entah dari situs yang berbeda, halaman web yang berbeda pada situs yang sama maupun pada halaman web yang sama dalam bentuk “block” yang terpisah secara visual dari isi halaman tersebut.

Berpedoman pada fungsinya yang sederhana ini, hampir semua web browser mempresentasikannya secara sederhana pula yaitu dengan memberikan jarak sebesar 36 pixel disebelah kiri dan kanan pada teks yang diberikan elemen Pada awal perkembangan internet, penggunaan elemen ini banyak diabaikan karena penampakan visualnya.

Seiring dengan hingar bingarnya visual efek dari halaman web maka elemen ini secara ironis mulai banyak digunakan bahkan dipandang sama dengan elemen hanya karena semata-mata mereka berdua memiliki tampilan visual yang sama dan bahkan lebih populer untuk digunakan karena lebih singkat dan cepat untuk ditulis.

Tetapi bagi web designer yang sangat menjaga dengan kualitas coding html menemukan bahwa HTML validation seperti W3C menganggap penggunaan elemen ini salah karena sebenarnya ini dimaksudkan untuk berada didalam elemen atau definition list. Tidak seperti kembaran visualnya, elemen dapat digunakan dimana saja sehingga secara lambat laun menjadi pilihan bagi para web designer untuk menampilkan efek visual yang diinginkan.

Dominasi dari elemen ini semakin populer dengan munculnya CSS (cassading style sheet), dimana akhirnya designer dapat dengan mudah merubah presentasi visual dari ini dan menampilkannya dimana saja dengan format yang sama.

Lebih lanjut mengenai fungsi tambahan blockquote: Elemen Blockqoute Yang Dulu Diabaikan

  ©Blogspot Design By Pensil Warna Design.

TOPO