Saturday, October 3, 2009

Pemakaian Div dan Tabel Dalam Web Design

Dalam mendesign sebuah web site, seringkali terjadi argumentasi tentang mana yang lebih baik memakai mark up div atau table. Apabila kita mendesign website dari awal dengan menggunakan software maka hampir pasti layout yang dibuat akan menggunakan table yang tentu saja sudah ketinggalan zaman dan sangat tidak serach engine friendly, bahkan Adobe Dreamwever CS3 masih menggunakan layout berdasarkan table.

Dalam praktek web design saat ini, banyak kecendrungan terjadi untuk mengganti semua table tag dengan div tags. Dalam banyak hal, memakai table tag akan menghasilkan lebih sedikit tags daripada menggunakan div. Dalam mendesign layout sebuah website, pemakaian div akan sangat lebih baik daripada table. Tidak ada satu search engine pun yang menghukum sebuah halaman karena terlalu banyak menggunakan div tags, ini bertolak belakang dengan pemakaian HTML tabel tags untuk layout.

Banyak sekali kekurangan dari pemakaian table tag untuk layout seperti kesulitan untuk mencetak halaman web, tidak bersahabat untuk dilihat dengan mobile device hingga sulitnya bernavigasi dalam halaman web yang menggunakan table bagi pengguna screen reader. Para pengguna screen reader seringkali harus berhadapan dengan mesin yang menyebutkan “tabel dengan 5 kolom dan lima baris etc etc” yang tentu saja sangat mengganggu dan tidak mudah dimengerti. Tetapi apabila menggunakan div tags, hal tersebut dapat dihindari karena secara default screen reader tidak membaca div tags hingga isi dari table tersebut dapat didesign sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti oleh para pemakai screen reader.

Dengan memakai HTML table tags, search engine akan selalu mendapatkan struktur yang benar karena tiap kolom akan berelasi secara benar dengan kolom yang lain dan hal ini tidak terjadi dengan memakai div tags. Hal in menyebabkan table tags sangat tidak efesien untuk menjabarkan design layout sebuah website.

Lebih Jauh tentang pemakain div dan table dalam web design

Wednesday, September 16, 2009

Lowongan Pekerjaan Freelancer Dubber Pengisi Suara

Pensil Warna Design adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa animasi, presentasi visual dan animasi untuk presentasi. Pensil Warna Design membutuhkan freelancer dubber/pengisi suara untuk mengisi suara pada animasi dan presentasi visual.

Pensil Warna Design adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa animasi, presentasi visual dan animasi untuk presentasi. Pensil Warna Design membutuhkan freelancer dubber/pengisi suara untuk mengisi suara pada animasi dan presentasi visual.

As we grow and expanding our business horizon, we are now looking for self driven and dynamic creative freelancer to join our team as:

Dubber - Pengisi Suara:
Syarat mutlak:

  1. Memiliki suara yang bagus dan berkarakter
  2. Disiplin dan bertanggung jawab
  3. Mampu bekerja dengan deadline yang ketat
  4. Bisa bekerja secara mandiri
  5. Mampu memotivasi diri sendiri
  6. Mampu bekerja secara tim

Apabila anda memiliki kriteria seperti diatas:

  • Kirimkan contoh suara (tidak lebih dari 3MB) dalam bentuk MP3
  • Apabila pernah mengisi suara sebelumnya sertakan juga daftar pengalaman mengisi suara/dubber anda.
  • Perkiraan fee atau formulasi perhitungan fee secara jelas.
Lebih Lanjut:
Lowongan Pekerjaan Freelancer Dubber Pengisi Suara

Saturday, September 5, 2009

26 Windows Font Untuk Typography Bagi Web Designer

Satu hal yang sering membuat web designer merasa frustasi adalah memilih jenis font (typography). Pada design graphic, kita dapat memilih semua font yang tersedia didunia ini, baik yang gratisan maupun yang berbayar, selama dapat memenuhi sisi estetika dari design kita karena font yang dipakai bersifat lokal dan bisa diubah menjadi vektor ataupun diraster menjadi bentuk gambar sebelum dipindahkan ke komputer lain.

Tetapi dalam web design, font lebih bersifat umum karena font diambil dari sistem operasi masing-masing para pengunjung situs. Penting sekali bagi seorang web designer untuk memastikan bahwa font yang kita pakai selalu tersedia pada mayoritas komputer pengunjung. Dalam CSS ini dilakukan dengan memberikan 3 pilihan font sebagai alternatif apabila font utama tidak tersedia. Hal ini tentu saja tidak berlaku untuk font yang bersifat statis seperti pada header, menu atau navigasi.

Sebuah survey dari Code Style dengan menggunakan applet khusus yang dilaksanakan sejak tahun 2004 menemukan bahwa untuk sistem operasi Windows font Microsoft Sans Serif dilaporkan terdapat pada hampir OS Windows, ditempat kedua adalah font san serif kelas berat Arial Black dengan nilai 98 persen, kemudian berturut-turut Palatino Linotype, Mathew Carter’s Verdana sans serif font, dan Franklin Gothic Medium melengkapi 5 besar font pada Windows platform dengan nilai 97 persen.

Dibawah ini adalah daftar font per 2007 pada Sistem Operasi Windows dengan nilai diatas 50 persen. Untuk nilai dibawah 50 persen tidak dimasukan karena nilai 50 persen berarti dimiliki oleh 1 dari 2 komputer dan font dengan nilai ini tidak cukup baik untuk dipakai dalam web design.

Lihat Lebih Lengkap Semua Typography Web Design:

26 Windows Font Untuk Typography Bagi Web Designer

Monday, August 31, 2009

Koleksi Logo Google Olimpiade Beijing 2008

Setiap orang dan organisasi memiliki cara tersendiri dalam menyambut hari-hari penting. Google selalu inovatif dan kreatif tidak saja pada alogaritma mesin pencari namun juga sampai pada design logonya. Logo Google selalu berubah (sering disebut Google Doodle) dalam merayakan hari-hari besar atau penting seperti hari penemuan, hari lahir orang-orang besar, hari libur dan tentu saja pada pesta olahraga dunia kali ini, Olimpiade Bejing 2008.

Inovasi dan kreatifitas yang akhirnya menjadi tradisi untuk merubah logo Google ini datang langsung dari para pendiri Google (Larry Page dan Sergei Brin) pada tahun 1999 saat mereka menghadiri Festival Burning Man. Dimana mereka memasang tongkat kayu berbentuk orang pada logo Google sebagai pemberitahuan secara tidak langsung bahwa bila ada yang menemukan suatu kesalahan pada hasil pencarian dan mencoba menelpon tetapi tidak ada yang menjawab maka mereka berdua berada di Festival Burning Man.

Logo Google Doodle Pertama Burning Man Festival 1999

Untuk Olimpiade kali ini Google memakai dua belas binatang dalam shio china, meskipun tidak dalam urutan yang seharusnya yaitu Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi. Sejak pertama kali melihat perubahan logo Google dalam menyambut Olimpiade Bejing 2008, saya langsung tertarik untuk mengoleksinya seperti saya juga mengoleksi gantungan-gantungan kunci Olimpiade Bejing kali ini.

Dibalik setiap keindahan Logo, selalu ada seseorang yang berperan dalam menciptakan keindahan tersebut, ini adalah sedikit tentang siapa yang men-design logo Google tersebut. Logo Google kali ini di design oleh Dennis Hwang, (lulusan Stanford –satu almamater dengan para pendiri Google- dibidang Seni dan Ilmu Komputer) seorang design graphic muda yang sangat berbakat yang job description resminya adalah Google International Webmaster. Dia sudah membuat doodle ini sebanyak kurang lebih 150 buah.

Berikut dibawah ini adalah hasil mengunduh (download) yang berjumlah total 17 buah logo Google dalam pesta olahraga dunia Olimpiade Bejing 2008. Bila ingin ikut mengoleksinya bersama saya, silakan mendownloadnya.

Silakan Lihat Lebih Jelas :

Koleksi Design Logo Google Olimpiade Bejing 2008

Monday, August 17, 2009

Tai Chi dan Seni Tari Klasik Jawa

Di manakah titik temu antara gerak Tai Chi dan tari Jawa klasik? Kedua tradisi berbeda itu bertemu pada hasrat untuk menyelaraskan diri dengan energi alam. Lihat saja pentas tari ”Song of Body” karya Danang Pamungkas (30), koreografer asal Solo yang kini menjadi penari di Cloud Gate Dance Theater of Taiwan. Danang tampil bersama dua penari lain, Rianto dan Luluk Ari, di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 2-3 Februari 2009. Tata cahaya ditangani Sugeng Yeah, dengan musik dari Philip Glass Song and Poems for Solo Cello.

Sejak awal, pertunjukan tari ini memang berhasrat menyeret penonton masuk dalam suasana alam. Lantai panggung dipenuhi hamparan pasir laut, sebagian dionggokkan menyerupai dua gundukan. Di bawah sorotan lampu temaram, hamparan pasir dengan permukaan berbarik-barik itu menyerupai pemandangan pantai pada malam yang berangin.

Danang muncul bertelanjang dada, hanya bercelana gombrong warna merah marun. Bersamaan dengan alunan musik Philip Glass yang menuntun, dia berjingkat untuk merespons hamparan pasir. Butiran pasir diraup, digenggam, lantas diawur-awurkan. Penari berambut cepak itu kemudian meliuk-liuk pelan. Tangannya bergerak memutar lembut, seperti air mengalir. Dalam geliat yang makin berbobot, tangan dan kaki itu bergeser membentuk irama seperti mengaduk air dan udara. Makin lama, makin kentara, gerak itu bermuara pada pola tai chi yang terkenal itu.

Muncul penari kedua, juga bertelanjang dada dan bercelana gombrong. Masih dalam irama gemulai, dia berputar, meloncat, dan bergerak dengan landasan pola tai chi tadi. Begitu pula penari ketiga yang hadir belakangan. Kuda-kuda kaki para penari itu kokoh mengentak lantai. Dengan perut kembang kempis akibat konsentrasi pernapasan, mereka seakan menyerap energi bumi, lantas mengedarkannya ke seluruh tubuh. Pada puncak-puncak gerak, tubuh mereka menggeletar menguari energi yang memendar-mendar. Spirit tari Jawa mengental lewat tempo lambat yang menciptakan suasana meditatif. Sesekali gerak jari dan lengan penari menyerupai kelembutan gerak tari Jawa klasik.

Persentuhan tai chi dan Jawa itu lebih cair lantaran dijalin dengan semangat kebebasan tari kontemporer. Kebebasan itu pula yang mengantarkan ketiga penari itu keluar masuk dengan leluasa. Mereka saling merespons, bertaut, berbagi energi. Suatu saat mereka bergerak seragam, lain kali memisah sendiri-sendiri. Kadang, masuk juga pola tari balet dengan tubuh saling menumpu dan memutar anggun. Pada satu titik, Danang maju ke depan, meraup pasir, lantas berdiri mematung.

Dalam keheningan, dia mendongak, menatap butir-butir pasir yang jatuh meluruh mengikuti sedotan gravitasi bumi. Harmoni Apa sebenarnya yang dicari Danang lewat karya yang mempertemukan spirit tai chi dan tari Jawa klasik? ”Saya ingin berbagi energi dan mengajak penari untuk menyatu dengan energi alam,” kata penari lulusan STSI Solo itu seusai pentas. Untuk apa semua itu? ”Ketika mencapai harmoni energi, kita akan bisa merasakan diri sendiri, menenangkan pikiran. Momen itu kan sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang serba terburu-buru.” Kenapa memilih suasana pantai, lengkap dengan pasirnya? ”Kebetulan, di Taiwan saya tinggal di kawasan dekat pantai bernama Dan Sui.

Saya sering berlatih menari di pantai itu. Lantas, saya pikir, kenapa tidak saya buat karya berdasar pengalaman itu sekalian?” Sudah setahun ini Danang aktif sebagai penari di Cloud Gate Dance Theater of Taiwan dan belajar pada koreografer Lin Hwai-min. Program itu dilakoni setelah dia mengikuti lokakarya tari dan koreografi bersama Lin Hwai-min yang diselenggarakan Kelola di Solo, pertengahan Agustus 2007 lalu. ”Song of Body” di Salihara cukup menarik penonton dua malam itu.

Salah satunya, koreografer lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Hartati. Menurut perempuan ini, karya Danang berhasil memperlihatkan intensitas gerak yang kuat. Tanpa memuncak pada klimaks tertentu, struktur koreografinya cenderung mengalir dari awal hingga akhir. ”Tak ada narasi khusus dalam karya ini, tetapi gerak dan suasana yang tercipta sangat kuat merangsang kita untuk merenungi diri sendiri,” katanya.

Thursday, July 30, 2009

Menjabarkan Masalah Perempuan Lewat Film Animasi 3D

Anda yakin mau melakukan pap smear (tes deteksi dini kanker leher rahim)? Anda, kan, masih gadis?”

Kalimat tersebut kemudian diikuti dengan ungkapan-ungkapan lain dari paramedis yang melayani pasien yang ingin memeriksakan kesehatan reproduksinya kepada dokter spesialis. Ungkapan-ungkapan tersebut pada intinya menyulitkan seorang gadis yang belum bersuami untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan reproduksi dari seorang ginekolog.

Akibat sikap paramedis yang menyulitkan, pasien yang kebetulan masih lajang dan memiliki kehidupan seksual aktif urung memeriksakan kesehatan rahimnya kepada dokter spesialis kandungan atau ginekolog.

Masalah tersebut ternyata banyak dihadapi perempuan lajang di Indonesia. Di Indonesia, rupanya ada peraturan tidak tertulis, katakanlah semacam persepsi dalam masyarakat, bahwa perempuan lajang atau tidak menikah atau belum menikah adalah mereka yang tidak berhubungan seksual.

Status ”tidak menikah” atau ”belum menikah” tersebut sering kali menjadi kendala ketika para perempuan lajang berusaha memeriksakan kesehatan reproduksinya. Mereka kerap kali terbentur dengan persepsi moral yang dituduhkan oleh pihak ginekolog atau pihak yang berhubungan dengan kebidanan dan kandungan.

Ada lagi persepsi lain dalam masyarakat Indonesia yang terkadang membingungkan. Praktik sunat pada perempuan diterima secara luas oleh masyarakat sebagai upaya untuk ”membersihkan” anak perempuan dari roh jahat.

Sementara dari pandangan agama, sunat pada perempuan perlu dilakukan karena memang diharuskan. Sunat akan mampu membentuk si anak perempuan menjadi perempuan dewasa yang mampu mengendalikan dan mengontrol syahwatnya. Dengan sunat di masa kecil, perempuan itu tidak akan menjadi ”liar” di masa dewasanya.

Padahal, dari aspek kesehatan reproduksi, khususnya dari kalangan dokter ahli kandungan dan kebidanan, sunat perempuan justru akan membuat alat kelamin si anak perempuan cacat, bahkan menjadikan beban bagi si anak perempuan ketika dewasa.

Departemen Kesehatan sendiri pada akhirnya memang melarang praktik sunat pada perempuan tersebut. Dari praktik sunat perempuan, terlihat betul bagaimana konsep kepercayaan di masyarakat dan konteks mengenai sunat perempuan tersebut sudah semrawut. Masyarakat terlihat jelas menelan bulat-bulat praktik yang dipercayai sudah dilakukan sejak dulu kala tersebut.

Masih berhubungan dengan tubuh perempuan. Sebagai masyarakat timur, mitos keperawanan pun acap kali menjadi masalah yang menyudutkan kaum perempuan.

Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia di Hongkong, misalnya. Dokter ahli kandungan memvonis adanya tumor pada rahimnya setelah ia memeriksakan diri dan mengeluhkan menstruasi yang terus-menerus.

Satu-satunya cara untuk bisa mengeluarkan tumor adalah dengan operasi. Dokter mengeluarkan tumor tersebut melalui vagina si TKW yang mengakibatkan robeknya selaput dara.

Yang menjadi masalah kemudian, calon suami si TKW yang ada di Malang, Jawa Timur, mempertanyakan terus masalah keperawanan si TKW karena operasi tersebut. Pertengkaran pun terus terjadi.

Masalah perempuan lainnya yang terjadi, tetapi justru acap kali dianggap sebagai penyakit masyarakat, adalah menjamurnya prostitusi ilegal. Seperti yang terjadi di Tulungagung, Jawa Timur, para ibu terpaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) demi menghidupi anak-anaknya. Menjamurnya prostitusi ilegal pun tidak serta merta muncul. Kemiskinan menjadi alasan utama munculnya praktik-praktik tersebut.

Tersuarakan di film animasi

Dengan pengisahan di lima lokasi berbeda, empat masalah perempuan tersebut secara jelas terungkap dan tersuarakan melalui animasi film dokumenter berjudul ”Pertaruhan”. Keempat masalah perempuan tersebut digarap apik masing-masing dalam bentuk dokumenter setelah sebelumnya mendalami masalah lewat riset oleh lima sutradara muda, yaitu Uci Agustin, Lucky Kuswandi, Iwan Setiawan, Muhammad Ichsan, dan Ani Ema Susanti.

Empat karya lima sutradara muda tersebut muncul sebagai sebuah karya kolektif dari Workshop Project Change 2008 yang diselenggarakan oleh Kalyana Shira Foundation bekerja sama dengan Hivos. Pelatihan tersebut diikuti 24 pembuat film animasi berbakat yang mendapat pelatihan pembuatan film animasi dokumenter yang mengedepankan isu-isu perempuan.

Nia Dinata, produser antologi film dokumenter ”Pertaruhan” mengatakan, pengemasan isu perempuan dalam bentuk dokumenter ternyata lebih tajam dan lebih lebih mampu mengungkapkan fakta. Penonton pun lebih bisa menerima fakta atau masalah yang diungkapkan, serta menghargainya.

Sementara penggarapan dengan film animasi naratif cenderung berpeluang memunculkan pertanyaan dari penonton, misalnya adanya aspek melebih-lebihkan pada pengadeganan atau ide cerita.

Film ”Pertaruhan” merupakan antologi film animasi dokumenter kedua yang diproduksi Kalyana Shira Foundation. Film antologi pertama ”Perempuan Punya Cerita” telah dirilis di bioskop di Indonesia pada 17 Januari 2008.

Nia mengatakan, sama seperti film animasi antologi pertama, film animasi antologi kedua juga dirilis melalui jaringan bioskop 21 di Indonesia. Adapun pemutaran di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi didasarkan pada kerja sama atau permintaan.

Apresiasi terhadap film animasi dokumenter tersebut sangat tinggi. ”Pertaruhan” menjadi bagian dari ”Women Section” pada Jakarta International Festival (JiFFest) 2008.

”Pertaruhan” juga terpilih sebagai film animasi dokumenter Indonesia pertama yang diputar pada ”Panorama Section” dalam Berlin International Film Festival 2009. Selain itu ”Pertaruhan” juga menjadi bagian dalam ajang Hongkong International Film Festival 2009 untuk ”Reality Bites Section” pada Maret 2009 lalu.

Di Bandar Lampung, pemutaran film animasi antologi ”Pertaruhan” dilakukan Kalyana Shira Foundation bekerja sama dengan Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR. Pemutaran dilakukan mulai Rabu (29/7) hingga Sabtu.

SN Laila, Direktur Lembaga Advokasi DAMAR, mengatakan, ”Pertaruhan” mengingatkan pemerintah berikut instansi-instansinya yang mengurusi masalah perempuan untuk lebih giat lagi mengurusi dan menyelesaikan setiap masalah perempuan.

”Bukan tidak mungkin di Lampung juga terjadi masalah seperti empat masalah dalam film tersebut,” ujar Laila.

Melalui pemutaran film animasi tersebut, pemerintah seharusnya bisa lebih tegas lagi mengapresiasi masalah perempuan dan tindakan diskriminatif terhadap perempuan. Laila mencontohkan, penutupan prostitusi ilegal bukan cara ampuh menyelesaikan masalah. Namun, pemerintah harus bisa menyelesaikan dari akar masalah, kemiskinan.

Laila mengatakan, pemerintah dan masyarakat pada akhirnya harus memahami bahwa masalah perempuan tidak hanya berkisar pada tindak kekerasan dalam rumah tangga atau perdagangan manusia, tetapi juga masalah-masalah seperti yang terungkap dalam film animasi .

”Di sinilah kami meminta keberpihakan pemerintah dan masyarakat pada masalah perempuan. Kalau perlu, mencari solusi bersama,” ujar Laila Animasi .

Saturday, July 11, 2009

Anak Yang Senang Menggambar Terbukti Lebih Jujur dan Mandiri

Kegiatan lomba menggambar atau melukis ditingkat taman Kanak-anak (TK) atau Sekolah Dasar (SD) merupakan upaya membangun jiwa kejujuran terhadap anak-anak.

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Hj Ana Angraeni, mengatakan itu saat menggelar acara menggambar tingkat TK dan SD usia 3 hingga 6 tahun di Asia Plaza, Kota Tasikmalaya, Sabtu.

“Banyak manfaatnya jika anak ikut lomba mewarnai, menggambar atau melukis, karena kegiatan tersebut bisa membentuk jiwa kejujuran pada anak,” kata Ana.

Dijelaskannya ketika peserta atau anak-anak sedang sibuk mengkuti lomba tersebut, biasanya anak yang ikut lomba tidak mau dibantu oleh orang tuanya.

Dikatakannya ketika orang tuanya ingin membantu anaknya agar berhasil dan mendapatkan juara dalam perlombaan tersebut sehingga berusaha membantu anaknya, namun cara tersebut justru anaknya tidak menerima bantuan dari orang tuanya.

“Si anak akan memilih caranya sendiri dan tidak mau jika dibantu, kalau dibantu suka nolak, dan suka ingin belajar sendiri,” katanya.

Dijelaskannya dengan sikap anak seperti itu merupakan langkah upaya anak tersebut dapat berperilaku jujur dan membangun sikap mandiri, yang secara langsung akan terekam pada otak anak.

Sementara itu digelarnya acara tersebut pada anak-anak selain berpeliaku jujur juga melatih syaraf otak anak agar lebih kreatif dan cerdas.

Karena itu, diharapkan orang tua ikut mendukung sepenuhnya apabila anaknya ingin mengikuti acara lomba mewarnai atau lomba kreatifitas lainnya.

“Peran orang tua juga harus mendukung anaknya agar lebih tampil percaya diri,” katanya.

Lomba yang digelar di mal itu berlangsung meriah, yang diikuti 1.681 anak se-Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, sebagai kegiatan menyambut hari anak nasional.

  ©Blogspot Design By Pensil Warna Design.

TOPO